<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Geosains&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://kebumian.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kebumian.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 05:25:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kebumian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Geosains&#039;s Blog</title>
		<link>http://kebumian.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kebumian.wordpress.com/osd.xml" title="Geosains&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kebumian.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Teori Tektonik Lempeng</title>
		<link>http://kebumian.wordpress.com/2010/07/17/teori-tektonik-lempeng/</link>
		<comments>http://kebumian.wordpress.com/2010/07/17/teori-tektonik-lempeng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 05:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>فاضل حنفي</dc:creator>
				<category><![CDATA[geologi]]></category>
		<category><![CDATA[tektonik lempeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kebumian.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Teori Tektonik Lempeng Pengantar An-Nahl 16:15 &#8220;Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.&#8221; An-Nahl 16:15 “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu &#8230; <a href="http://kebumian.wordpress.com/2010/07/17/teori-tektonik-lempeng/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebumian.wordpress.com&amp;blog=13950701&amp;post=11&amp;subd=kebumian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<div><strong><span style="color:lime;">Teori Tektonik Lempeng</span></strong></div>
<p><strong><span style="color:lime;">Pengantar </span></strong></p>
<p><strong> </strong><br />
An-Nahl 16:15<br />
&#8220;Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang  bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar  kamu mendapat petunjuk.&#8221;</p>
<p>An-Nahl 16:15<br />
“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang  bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar  kamu mendapat petunjuk.”</p>
<p>An-Naml 27:88 “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap  di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah)  perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu;  sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”</p>
<p>Anggapan lama pernah ada pada abad-abad yang lampau bahwa bumi adalah  sesuatu yang rigid atau kaku sementara benua-benua berada pada  kedudukannya yang tetap tidak berpindah-pindah. Setelah ditemukannya  benua Amerika dan dilakukan pemetaan pantai di Amerika dan Eropa  ternyata terdapat kesesuaian morfologi dari pantai-pantai yang  dipisahkan oleh Samudera Atlantik. Hal ini menjadi titik tolak dari  konsep-konsep yang menerangkan bahwa benua-benua tidak tetap akan tetapi  selalu bergerak. Konsep-konsep ini dibagi menjadi tiga menurut  perkembangannya (Van Krevelen, 1993) :</p>
<p>1. Konsep yang menerangkan bahwa terpisahnya benua disebabkan oleh  peristiwa yang katastrofik dalam sejarah bumi. Konsep ini dikemukakan  oleh Owen dan Snider pada tahun 1857.</p>
<p>2. Konsep apungan benua atau continental drift yang mengemukakan bahwa  benua-benua bergerak secara lambat melalui dasar samudera, dikemukakan  oleh Alfred Wegener (1912). Akan tetapi teori ini tidak bisa menerangkan  adanya dua sabuk gunung api di bumi.</p>
<p>3. Konsep paling mutakhir yang dianut oleh para ilmuwan sekarang yaitu  Teori Tektonik Lempeng. Teori ini lahir pada pertengahan tahun  enampuluhan. Teori ini terutama didukung oleh adanya Pemekaran Tengah  Samudera (Sea Floor Spreading) dan bermula di Pematang Tengah Samudera  (Mid Oceanic Ridge : MOR) yang diajukan oleh Hess (1962).</p>
<p>Pada awalnya ada dua benua besar di bumi ini yaitu Laurasia dan Gondwana  kemudian kedua benua ini bersatu sehingga hanya ada satu benua besar  (supercontinent) yang disebut Pangaea dan satu samudera luas atau yang  disebut Panthalassa (270 jt th yll). Dari supercontinent ini kemudian  terpecah lagi menjadi Gondwana dan Laurasia (150 jt th yll) dan akhirnya  terbagi-bagi menjadi lima benua seperti yang dikenal dan ditempati oleh  manusia sekarang. Terpecah-pecahnya benua ini menghasilkan dua sabuk  gunung api yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediteranean yang keduanya  melewati Indonesia. Mekanisme penyebab terpecahnya benua ini bisa  diterangkan oleh Teori Tektonik Lempeng sebagai berikut :</p>
<p>1. Penyebab dari pergerakan benua-benua dimulai oleh adanya arus  konveksi (convection current) dari mantle (lapisan di bawah kulit bumi  yang berupa lelehan). Arah arus ini tidak teratur, bisa dibayangkan  seperti pergerakan udara/awan atau pergerakan dari air yang direbus.  Terjadinya arus konveksi terutama disebabkan oleh aktivitas radioaktif  yang menimbulkan panas.</p>
<p>2. Dalam kondisi tertentu dua arah arus yang saling bertemu bisa  menghasilkan arus interferensi yang arahnya ke atas. Arus interferensi  ini akan menembus kulit bumi yang berada di atasnya. Magma yang menembus  ke atas karena adanya arus konveksi ini akan membentuk gugusan  pegunungan yang sangat panjang dan bercabang-cabang di bawah permukaan  laut yang dapat diikuti sepanjang samudera-samudera yang saling  berhubungan di muka bumi. Lajur pegunungan yang berbentuk linear ini  disebut dengan MOR (Pematang Tengah Samudera) dan merupakan tempat  keluarnya material dari mantle ke dasar samudera. MOR mempunyai  ketinggian melebihi 3000 m dan lebarnya lebih dari 2000 km, atau  melebihi ukuran Pegunungan Alpen dan Himalaya yang letaknya di daerah  benua. MOR Atlantik (misalnya) membentang dengan arah utara-selatan dari  lautan Arktik melalui poros tengah samudera Atlantik ke sebelah barat  Benua Afrika dan melingkari benua itu di selatannya menerus ke arah  timur ke Samudera Hindia lalu di selatan Benua Australia dan sampai di  Samudera Pasifik. Jadi keberadaan MOR mengelilingi seluruh dunia.</p>
<p>3. Kerak (kulit) samudera yang baru, terbentuk di pematang-pematang ini  karena aliran material dari mantle. Batuan dasar samudera yang baru  terbentuk itu lalu menyebar ke arah kedua sisi dari MOR karena desakan  dari magma mantle yang terus-menerus dan juga tarikan dari gaya gesek  arus mantle yang horisontal terhadap material di atasnya. Lambat laun  kerak samudera yang terbentuk di pematang itu akan bergerak terus  menjauh dari daerah poros pematang dan ‘mengarungi’ samudera. Gejala ini  disebut dengan Pemekaran Lantai Samudera (Sea Floor Spreading).</p>
<p>4. Keberadaan busur kepulauan dan juga busur gunung api serta palung  Samudera yang memanjang di tepi-tepi benua merupakan fenomena yang dapat  dijelaskan oleh Teori Tektonik Lempeng yaitu dengan adanya proses  penunjaman (subduksi). Oleh karena peristiwa Sea Floor Spreading maka  suatu saat kerak samudera akan bertemu dengan kerak benua sehingga kerak  samudera yang mempunyai densitas lebih besar akan menunjam ke arah  bawah kerak benua. Dengan adanya zona penunjaman ini maka akan terbentuk  palung pada sepanjang tepi paparan benua, dan juga akan terbentuk  kepulauan sepanjang paparan benua oleh karena proses pengangkatan. Kerak  samudera yang menunjam ke bawah ini akan kembali ke mantle atau jika  bertemu dengan batuan benua yang mempunyai densitas sama atau lebih  besar maka akan terjadi mixing antara material kerak samudera dengan  benua membentuk larutan silikat pijar atau magma. (Proses mixing terjadi  pada kerak benua sehingga tidak akan lebih dalam dari 30 km di bawah  permukaan bumi). Karena sea floor spreading terus berlangsung maka magma  hasil mixing yang terbentuk akan semakin besar sehingga akan menerobos  batuan-batuan di atasnya sampai akhirnya muncul ke permukaan bumi  membentuk deretan gunung api.</p>
<p>Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai pelajaran  bagi kita:</p>
<p>1. Gunung api selalu bergerak (dalam skala waktu geologi) mengikuti  pergerakan benua-benua karena adanya dinamisme mantle bumi (arus  konveksi). Fenomena ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam  Al-Qur’an, “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di  tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah)  perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu;  sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 27:88)</p>
<p>2. Gunung api muncul karena tekanan yang tinggi pada magma hasil mixing  sehingga akan menerobos ke atas. Andaikan saja magma ini tidak bisa  menerobos ke atas membentuk gunung-gunung api maka tentulah akan  tersimpan tekanan pada dapur magma yang sangat besar dan akan terus  bertambah karena penunjaman masih terus berlangsung. Dengan demikian  pada kondisi seperti itu apabila batuan sekitar yang menampung magma  tersebut terlampaui batas elastisitasnya maka akan terjadi bencana gempa  bumi vulkanik yang teramat sangat hebatnya. Fenomena ini pun telah  tersurat dalam Al-Qur’an, “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi  supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan)  sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. 16:15)</p>
<p>“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. 55:13)  Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.<a href="http://www.indoforum.org/showthread.php?t=73490" target="_self"> Sumber </a></p>
<h1 id="firstHeading">Tektonika lempeng</h1>
<p><strong>Teori Tektonika Lempeng</strong> (<a title="Bahasa  Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>Plate  Tectonics</em>) adalah <a title="Teori" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori">teori</a> dalam  bidang <a title="Geologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi">geologi</a> yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti  pergerakan skala besar yang dilakukan oleh <a title="Litosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Litosfer">litosfer</a> <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">bumi</a>.  Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan <a title="Teori  Pergeseran Benua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_Pergeseran_Benua">Teori Pergeseran Benua</a> yang  lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep <em><a title="Seafloor spreading (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seafloor_spreading&amp;action=edit&amp;redlink=1">seafloor  spreading</a></em> yang dikembangkan pada tahun 1960-an.</p>
<p><img class="alignright" title="Lempeng-lempeng tektonik di bumi barulah dipetakan pada paruh kedua abad ke-20." src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fe/Plates_tect2_id.svg/350px-Plates_tect2_id.svg.png" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di  bagian atas terdapat <a title="Litosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Litosfer">litosfer</a> yang terdiri atas <a title="Kerak bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerak_bumi">kerak</a> dan bagian teratas <a title="Mantel bumi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mantel_bumi&amp;action=edit&amp;redlink=1">mantel bumi</a> yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat <a title="Astenosfer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Astenosfer&amp;action=edit&amp;redlink=1">astenosfer</a> yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat  lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena <a title="Viskositas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Viskositas">viskositas</a> dan <a title="Kekuatan geser (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kekuatan_geser&amp;action=edit&amp;redlink=1">kekuatan  geser</a> (<em>shear strength</em>) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian  mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya  bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.</p>
<p>Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (<em>tectonic  plates</em>). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak  lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang  di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di  batas-batas lempeng, baik <a title="Batas divergen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batas_divergen&amp;action=edit&amp;redlink=1">divergen</a> (menjauh), <a title="Batas konvergen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batas_konvergen&amp;action=edit&amp;redlink=1">konvergen</a> (bertumbukan), ataupun <a title="Batas transform (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batas_transform&amp;action=edit&amp;redlink=1">transform</a> (menyamping). <a title="Gempa bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi">Gempa bumi</a>, <a title="Volkano" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Volkano">aktivitas vulkanik</a>, pembentukan <a title="Gunung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung">gunung</a>,  dan pembentukan <a title="Palung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palung">palung samudera</a> semuanya umumnya terjadi di daerah  sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya  berkecepatan 50-100 mm/a. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-0">[1]</a></sup></p>
<h2>Perkembangan Teori</h2>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tectonic_plates_boundaries_detailed-en.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bf/Tectonic_plates_boundaries_detailed-en.svg/375px-Tectonic_plates_boundaries_detailed-en.svg.png" alt="" width="375" height="189" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tectonic_plates_boundaries_detailed-en.svg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Peta dengan detail yang menunjukkan lempeng-lempeng tektonik dan arah  vektor gerakannya</p></div>
</div>
</div>
<p>Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, geolog berasumsi bahwa  kenampakan-kenampakan utama bumi berkedudukan tetap. Kebanyakan  kenampakan geologis seperti pegunungan bisa dijelaskan dengan pergerakan  vertikal kerak seperti dijelaskan dalam <a title="Teori  geosinklin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_geosinklin">teori geosinklin</a>. Sejak tahun 1596, telah diamati bahwa <a title="Pantai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai">pantai</a> <a title="Samudera  Atlantik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudera_Atlantik">Samudera Atlantik</a> yang  berhadap-hadapan antara benua <a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a> dan  <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> dengan <a title="Amerika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Utara">Amerika Utara</a> dan <a title="Amerika  Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan">Amerika Selatan</a> memiliki kemiripan bentuk dan nampaknya  pernah menjadi satu. Ketepatan ini akan semakin jelas jika kita melihat  tepi-tepi dari <a title="Paparan benua (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paparan_benua&amp;action=edit&amp;redlink=1">paparan  benua</a> di sana.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-1">[2]</a></sup> Sejak saat itu banyak teori telah dikemukakan untuk menjelaskan hal  ini, tetapi semuanya menemui jalan buntu karena asumsi bahwa bumi adalah  sepenuhnya padat menyulitkan penemuan penjelasan yang sesuai.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-Frankel-2">[3]</a></sup></p>
<p>Penemuan <a title="Radium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radium">radium</a> dan sifat-sifat pemanasnya pada tahun 1896 mendorong pengkajian ulang <a title="Umur bumi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Umur_bumi&amp;action=edit&amp;redlink=1">umur bumi</a>,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-3">[4]</a></sup>karena  sebelumnya perkiraan didapatkan dari laju pendinginannya dan dengan  asumsi permukaan bumi beradiasi seperti <a title="Benda hitam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benda_hitam">benda  hitam</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-4">[5]</a></sup> Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa bahkan jika pada  awalnya bumi adalah sebuah benda yang <a title="Merah-pijar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Merah-pijar&amp;action=edit&amp;redlink=1">merah-pijar</a>,  suhu Bumi akan menurun menjadi seperti sekarang dalam beberapa puluh  juta tahun. Dengan adanya sumber panas yang baru ditemukan ini maka para  ilmuwan menganggap masuk akal bahwa Bumi sebenarnya jauh lebih tua dan  intinya masih cukup panas untuk berada dalam keadaan cair.</p>
<p>Teori Tektonik Lempeng berasal dari Hipotesis <a title="Pergeseran  Benua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pergeseran_Benua">Pergeseran Benua</a> (<em>continental drift</em>) yang dikemukakan <a title="Alfred  Wegener" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alfred_Wegener">Alfred Wegener</a> tahun 1912.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-5">[6]</a></sup> dan dikembangkan lagi dalam bukunya <em>The Origin of Continents and  Oceans</em> terbitan tahun 1915. Ia mengemukakan bahwa benua-benua yang  sekarang ada dulu adalah satu bentang muka yang bergerak menjauh  sehingga melepaskan benua-benua tersebut dari inti bumi seperti  &#8216;bongkahan es&#8217; dari <a title="Granit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Granit">granit</a> yang bermassa jenis rendah yang mengambang di  atas lautan <a title="Basal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Basal&amp;action=edit&amp;redlink=1">basal</a> yang lebih  padat.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-6">[7]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-7">[8]</a></sup> Namun, tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang  dilibatkan, teori ini dipinggirkan. Mungkin saja bumi memiliki kerak  yang padat dan inti yang cair, tetapi tampaknya tetap saja tidak mungkin  bahwa bagian-bagian kerak tersebut dapat bergerak-gerak. Di kemudian  hari, dibuktikanlah teori yang dikemukakan geolog Inggris <a title="Arthur Holmes (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arthur_Holmes&amp;action=edit&amp;redlink=1">Arthur  Holmes</a> tahun 1920 bahwa tautan bagian-bagian kerak ini kemungkinan  ada di bawah laut. Terbukti juga teorinya bahwa arus konveksi di dalam  mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-8">[9]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-9">[10]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-Frankel-2">[3]</a></sup></p>
<p>Bukti pertama bahwa lempeng-lempeng itu memang mengalami pergerakan  didapatkan dari penemuan perbedaan arah <a title="Medan magnet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan_magnet">medan  magnet</a> dalam batuan-batuan yang berbeda usianya. Penemuan ini  dinyatakan pertama kali pada sebuah simposium di Tasmania tahun 1956.  Mula-mula, penemuan ini dimasukkan ke dalam <a title="Teori ekspansi bumi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori_ekspansi_bumi&amp;action=edit&amp;redlink=1">teori  ekspansi bumi</a> <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-10">[11]</a></sup>,  namun selanjutnya justeru lebih mengarah ke pengembangan teori tektonik  lempeng yang menjelaskan pemekaran (<em>spreading</em>) sebagai  konsekuensi pergerakan vertikal (<em>upwelling</em>) batuan, tetapi  menghindarkan keharusan adanya bumi yang ukurannya terus membesar atau  berekspansi (<em>expanding earth</em>) dengan memasukkan <a title="Zona subduksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zona_subduksi">zona subduksi</a>/hunjaman (<em>subduction zone</em>),  dan sesar translasi (<em>translation fault</em>). Pada waktu itulah teori  tektonik lempeng berubah dari sebuah teori yang radikal menjadi teori  yang umum dipakai dan kemudian diterima secara luas di kalangan ilmuwan.  Penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara <em><a title="Seafloor spreading (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seafloor_spreading&amp;action=edit&amp;redlink=1">seafloor  spreading</a></em> dan balikan medan magnet bumi (<em><a title="Geomagnetic reversal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Geomagnetic_reversal&amp;action=edit&amp;redlink=1">geomagnetic  reversal</a></em>) oleh geolog <a title="Harry Hammond Hess (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harry_Hammond_Hess&amp;action=edit&amp;redlink=1">Harry  Hammond Hess</a> dan oseanograf <a title="Ron G. Mason (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ron_G._Mason&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ron G. Mason</a><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-11">[12]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-12">[13]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-13">[14]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-14">[15]</a></sup>menunjukkan  dengan tepat mekanisme yang menjelaskan pergerakan vertikal batuan yang  baru</p>
<p>Seiring dengan diterimanya anomali magnetik bumi yang ditunjukkan  dengan lajur-lajur sejajar yang simetris dengan magnetisasi yang sama di  dasar laut pada kedua sisi <em><a title="Mid-oceanic  ridge" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mid-oceanic_ridge">mid-oceanic ridge</a></em>, tektonik lempeng  menjadi diterima secara luas. Kemajuan pesat dalam teknik pencitraan  seismik mula-mula di dalam dan sekitar <a title="Zona Wadati-Benioff (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona_Wadati-Benioff&amp;action=edit&amp;redlink=1">zona  Wadati-Benioff</a> dan beragam observasi geologis lainnya tak lama  kemudian mengukuhkan tektonik lempeng sebagai teori yang memiliki  kemampuan yang luar biasa dalam segi penjelasan dan prediksi.</p>
<p>Penelitian tentang dasar laut dalam, sebuah cabang <a title="Geologi  kelautan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi_kelautan">geologi kelautan</a> yang berkembang pesat pada tahun 1960-an  memegang peranan penting dalam pengembangan teori ini. Sejalan dengan  itu, teori tektonik lempeng juga dikembangkan pada akhir 1960-an dan  telah diterima secara cukup universal di semua disiplin ilmu, sekaligus  juga membaharui dunia ilmu bumi dengan memberi penjelasan bagi berbagai  macam fenomena geologis dan juga implikasinya di dalam bidang lain  seperti <a title="Paleogeografi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paleogeografi&amp;action=edit&amp;redlink=1">paleogeografi</a> dan <a title="Paleobiologi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paleobiologi&amp;action=edit&amp;redlink=1">paleobiologi</a></p>
<h2>Prinsip-prinsip  Utama</h2>
<p>Bagian luar interior bumi dibagi menjadi litosfer dan astenosfer  berdasarkan perbedaan mekanis dan cara terjadinya perpindahan panas.  Litosfer lebih dingin dan kaku, sedangkan astenosfer lebih panas dan  secara mekanik lemah. Selain itu, litosfer kehilangan panasnya melalui  proses <a title="Konduksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konduksi">konduksi</a>, sedangkan astenosfer juga memindahkan  panas melalui <a title="Konveksi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konveksi&amp;action=edit&amp;redlink=1">konveksi</a> dan  memiliki gradien suhu yang hampir adiabatik. Pembagian ini sangat  berbeda dengan pembagian bumi secara kimia menjadi inti, mantel, dan  kerak. Litosfer sendiri mencakup kerak dan juga sebagian dari mantel.  Suatu bagian mantel bisa saja menjadi bagian dari litosfer atau  astenosfer pada waktu yang berbeda, tergantung dari suhu, tekanan, dan  kekuatan gesernya. Prinsip kunci tektonik lempeng adalah bahwa litosfer  terpisah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang berbeda-beda. Lempeng ini  bergerak menumpang di atas astenosfer yang mempunyai <a title="Viskoelastisitas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Viskoelastisitas&amp;action=edit&amp;redlink=1">viskoelastisitas</a> sehingga bersifat seperti fluida. Pergerakan lempeng biasanya bisa  mencapai 10-40 mm/a (secepat pertumbuhan <a title="Kuku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuku">kuku</a> jari)  seperti di <a title="Mid-Atlantic Ridge (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mid-Atlantic_Ridge&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mid-Atlantic  Ridge</a>, ataupun mencapai 160 mm/a (secepat pertumbuhan <a title="Rambut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rambut">rambut</a>)  seperti di <a title="Lempeng Nazca (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Nazca&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Nazca</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-15">[16]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-16">[17]</a></sup> Lempeng-lempeng ini tebalnya sekitar 100 km dan terdiri atas mantel  litosferik yang di atasnya dilapisi dengan hamparan salah satu dari dua  jenis material kerak. Yang pertama adalah <a title="Kerak  samudera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerak_samudera">kerak samudera</a> atau yang sering disebut dengan &#8220;sima&#8221;,  gabungan dari <a title="Silikon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Silikon">silikon</a> dan <a title="Magnesium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Magnesium">magnesium</a>.  Jenis yang kedua yaitu <a title="Kerak benua (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerak_benua&amp;action=edit&amp;redlink=1">kerak benua</a> yang sering disebut &#8220;sial&#8221;, gabungan dari <a title="Silikon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Silikon">silikon</a> dan <a title="Aluminium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aluminium">aluminium</a>.  Kedua jenis kerak ini berbeda dari segi ketebalan di mana kerak benua  memiliki ketebalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerak  samudera. Ketebalan kerak benua mencapai 30-50 km sedangkan kerak  samudera hanya 5-10 km.</p>
<p>Dua lempeng akan bertemu di sepanjang batas lempeng (<em>plate  boundary</em>), yaitu daerah di mana aktivitas geologis umumnya terjadi  seperti <a title="Gempa  bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi">gempa bumi</a> dan pembentukan kenampakan topografis seperti <a title="Gunung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung">gunung</a>, <a title="Gunung berapi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi">gunung  berapi</a>, dan <a title="Palung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palung">palung samudera</a>. Kebanyakan gunung berapi yang aktif  di dunia berada di atas batas lempeng, seperti <a title="Cincin Api  Pasifik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cincin_Api_Pasifik">Cincin Api Pasifik</a> (<em>Pacific Ring of Fire</em>) di  Lempeng Pasifik yang paling aktif dan dikenal luas.</p>
<p>Lempeng tektonik bisa merupakan kerak benua atau samudera, tetapi  biasanya satu lempeng terdiri atas keduanya. Misalnya, <a title="Lempeng Afrika (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Afrika&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Afrika</a> mencakup benua itu sendiri dan sebagian dasar Samudera  Atlantik dan Hindia. Perbedaan antara kerak benua dan samudera ialah  berdasarkan kepadatan material pembentuknya. Kerak samudera lebih padat  daripada kerak benua dikarenakan perbedaan perbandingan jumlah berbagai  elemen, khususnya silikon. Kerak samudera lebih padat karena  komposisinya yang mengandung lebih sedikit silikon dan lebih banyak  materi yang berat. Dalam hal ini, kerak samudera dikatakan lebih  bersifat <a title="Mafik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mafik&amp;action=edit&amp;redlink=1">mafik</a> ketimbang <a title="Felsik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Felsik&amp;action=edit&amp;redlink=1">felsik</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-newgeo-17">[18]</a></sup> Maka, kerak samudera umumnya berada di bawah permukaan laut seperti  sebagian besar <a title="Lempeng Pasifik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Pasifik">Lempeng Pasifik</a>, sedangkan kerak benua  timbul ke atas permukaan laut, mengikuti sebuah prinsip yang dikenal  dengan <a title="Isostasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isostasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">isostasi</a>.</p>
<h2>Jenis-jenis  Batas Lempeng</h2>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tectonic_plate_boundaries.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/40/Tectonic_plate_boundaries.png/350px-Tectonic_plate_boundaries.png" alt="" width="350" height="194" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tectonic_plate_boundaries.png"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Tiga jenis batas lempeng (<em>plate boundary</em>).</div>
</div>
</div>
<p>Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan  tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini  masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan.  Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Batas transform (<em>transform boundaries</em>)</strong> terjadi jika  lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping  di sepanjang sesar transform (<em><a title="Transform fault (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transform_fault&amp;action=edit&amp;redlink=1">transform  fault</a></em>). <img class="alignright" title="Sesar San Andreas (California )" src="http://gafirat.files.wordpress.com/2009/10/2.jpg?w=330&#038;h=314" alt="" width="330" height="314" />Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di  sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di  sisi yang berlawanan dengan pengamat). Contoh sesar jenis ini adalah <a title="Sesar San  Andreas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sesar_San_Andreas">Sesar San Andreas</a> di <a title="California" href="http://id.wikipedia.org/wiki/California">California</a>.</li>
</ol>
<p><strong>Batas divergen/konstruktif (<em>divergent/constructive boundaries</em>)</strong> terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. <em><a title="Mid-oceanic  ridge" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mid-oceanic_ridge">Mid-oceanic ridge</a></em> dan zona retakan (<em>rifting</em>)  yang aktif adalah contoh batas divergen</p>
<p><img class="aligncenter" title="Tiga jenis batas lempeng (plate boundary)." src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/40/Tectonic_plate_boundaries.png/350px-Tectonic_plate_boundaries.png" alt="" width="350" height="194" /></p>
<p><strong>Batas konvergen/destruktif (<em>convergent/destructive boundaries</em>)</strong> terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga  membentuk <a title="Zona subduksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zona_subduksi">zona subduksi</a> jika salah  satu lempeng bergerak di bawah yang lain, atau tabrakan benua (<em><a title="Continental collision (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Continental_collision&amp;action=edit&amp;redlink=1">continental  collision</a></em>) jika kedua lempeng mengandung kerak benua. Palung  laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi, di mana potongan  lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat <a title="Hidrat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidrat&amp;action=edit&amp;redlink=1">hidrat</a> (mengandung air), sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan  terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga  menyebabkan aktivitas vulkanik. Contoh kasus ini dapat kita lihat di <a title="Pegunungan  Andes" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pegunungan_Andes">Pegunungan Andes</a> di <a title="Amerika  Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan">Amerika Selatan</a> dan <a title="Busur pulau (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Busur_pulau&amp;action=edit&amp;redlink=1">busur pulau</a> <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> (<em>Japanese island arc</em>).</p>
<h2>Kekuatan  Penggerak Pergerakan Lempeng</h2>
<p>Pergerakan lempeng tektonik bisa terjadi karena kepadatan relatif  litosfer samudera dan karakter astenosfer yang relatif lemah. Pelepasan  panas dari mantel telah didapati sebagai sumber asli dari energi yang  menggerakkan tektonik lempeng. Pandangan yang disetujui sekarang,  meskipun masih cukup diperdebatkan, adalah bahwa kelebihan kepadatan  litosfer samudera yang membuatnya menyusup ke bawah di zona subduksi  adalah sumber terkuat pergerakan lempeng. Pada waktu pembentukannya di <em>mid  ocean ridge</em>, litosfer samudera pada mulanya memiliki kepadatan yang  lebih rendah dari astenosfer di sekitarnya, tetapi kepadatan ini  meningkat seiring dengan penuaan karena terjadinya pendinginan dan  penebalan. Besarnya kepadatan litosfer yang lama relatif terhadap  astenosfer di bawahnya memungkinkan terjadinya penyusupan ke mantel yang  dalam di zona subduksi sehingga menjadi sumber sebagian besar kekuatan  penggerak pergerakan lempeng. Kelemahan astenosfer memungkinkan lempeng  untuk bergerak secara mudah menuju ke arah zona subduksi <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-18">[19]</a></sup> Meskipun subduksi dipercaya sebagai kekuatan terkuat penggerak  pergerakan lempeng, masih ada gaya penggerak lain yang dibuktikan dengan  adanya lempeng seperti lempeng Amerika Utara, juga lempeng Eurasia yang  bergerak tetapi tidak mengalami subduksi di manapun. Sumber penggerak  ini masih menjadi topik penelitian intensif dan diskusi di kalangan  ilmuwan ilmu bumi. Pencitraan dua dan tiga dimensi interior bumi (<a title="Tomografi seismik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tomografi_seismik&amp;action=edit&amp;redlink=1">tomografi  seismik</a>) menunjukkan adanya distribusi kepadatan yang heterogen  secara lateral di seluruh mantel. Variasi dalam kepadatan ini bisa  bersifat material (dari kimia batuan), mineral (dari variasi struktur  mineral), atau termal (melalui ekspansi dan kontraksi termal dari energi  panas). Manifestasi dari keheterogenan kepadatan secara lateral adalah <a title="Konveksi mantel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konveksi_mantel&amp;action=edit&amp;redlink=1">konveksi  mantel</a> dari gaya apung (<em>buoyancy forces</em>) <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-19">[20]</a></sup> Bagaimana konveksi mantel berhubungan secara langsung dan tidak dengan  pergerakan planet masih menjadi bidang yang sedang dipelajari dan  dibincangkan dalam geodinamika. Dengan satu atau lain cara, energi ini  harus dipindahkan ke litosfer supaya lempeng tektonik bisa bergerak. Ada  dua jenis gaya yang utama dalam pengaruhnya ke pergerakan planet, yaitu  <a title="Gaya gesek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_gesek">friksi</a> dan <a title="Gravitasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gravitasi">gravitasi</a>.</p>
<h3>Gaya Gesek</h3>
<dl>
<dt>Basal drag</dt>
<dd>Arus konveksi berskala besar di mantel atas disalurkan melalui  astenosfer, sehingga pergerakan didorong oleh gesekan antara astenosfer  dan litosfer.</dd>
<dt><em>Slab suction</em></dt>
<dd>Arus konveksi lokal memberikan tarikan ke bawah pada lempeng di zona  subduksi di palung samudera. Penyerotan lempengan (<em>slab suction</em>)  ini bisa terjadi dalam kondisi geodinamik di mana tarikan basal terus  bekerja pada lempeng ini pada saat ia masuk ke dalam mantel, meskipun  sebetulnya tarikan lebih banyak bekerja pada kedua sisi lempengan, atas  dan bawah Gravitasi</dd>
</dl>
<dl>
<dd>Runtuhan gravitasi: Pergerakan lempeng terjadi karena lebih  tingginya lempeng di <a title="Mid-Oceanic  Ridge" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mid-Oceanic_Ridge"><em>oceanic ridge</em></a>. Litosfer samudera  yang dingin menjadi lebih padat daripada mantel panas yang merupakan  sumbernya, maka dengan ketebalan yang semakin meningkat lempeng ini  tenggelam ke dalam mantel untuk mengkompensasikan beratnya, menghasilkan  sedikit inklinasi lateral proporsional dengan jarak dari sumbu  ini. :Dalam teks-teks geologi pada pendidikan dasar, proses ini sering  disebut sebagai sebuah doronga. Namun, sebenarnya sebutan yang lebih  tepat adalah runtuhan karena topografi sebuah lempeng bisa jadi sangat  berbeda-beda dan topografi pematang (<em>ridge</em>) yang melakukan  pemekaran hanyalah fitur yang paling dominan. Sebagai contoh,  pembengkakan litosfer sebelum ia turun ke bawah lempeng yang  bersebelahan menghasilkan kenampakan yang bisa mempengaruhi topografi.  Lalu, <em>mantel plume</em> yang menekan sisi bawah lempeng tektonik bisa  juga mengubah topografi dasar samudera.</dd>
<dt><em>Slab-pull</em> (tarikan lempengan)</dt>
<dd>Pergerakan lempeng sebagian disebabkan juga oleh berat lempeng yang  dingin dan padat yang turun ke mantel di palung samudera.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-20">[21]</a></sup> Ada bukti yang cukup banyak bahwa konveksi juga terjadi di mantel  dengan skala cukup besar. Pergerakan ke atas materi di <em>mid-oceanic  ridge</em> mungkin sekali adalah bagian dari konveksi ini. Beberapa model  awal Tektonik Lempeng menggambarkan bahwa lempeng-lempeng ini menumpang  di atas sel-sel seperti ban berjalan. Namun, kebanyakan ilmuwan  sekarang percaya bahwa astenosfer tidaklah cukup kuat untuk secara  langsung menyebabkan pergerakan oleh gesekan gaya-gaya itu. <em>Slab pull</em> sendiri sangat mungkin menjadi gaya terbesar yang bekerja pada lempeng.  Model yang lebih baru juga memberi peranan yang penting pada penyerotan  (<em>suction</em>) di palung, tetapi lempeng seperti <a title="Lempeng  Amerika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Amerika_Utara">Lempeng Amerika Utara</a> tidak mengalami subduksi di  manapun juga, tetapi juga mengalami pergerakan seperti juga Lempeng  Afrika, Eurasia, dan Antarktika. Kekuatan penggerak utama untuk  pergerakan lempeng dan sumber energinya itu sendiri masih menjadi bahan  riset yang sedang berlangsung</dd>
</dl>
<h3>Gaya dari luar</h3>
<p>Dalam studi yang dipublikasikan pada edisi Januari-Februari 2006 dari  buletin <em>Geological Society of America Bulletin</em>, sebuah tim  ilmuwan dari Italia dan Amerika Serikat berpendapat bahwa komponen  lempeng yang mengarah ke barat berasal dari rotasi Bumi dan gesekan  pasang bulan yang mengikutinya. Mereka berkata karena Bumi berputar ke  timur di bawah bulan, gravitasi bulan meskipun sangat kecil menarik  lapisan permuikaan bumi kembali ke barat. Beberapa juga mengemukakan ide  kontroversial bahwa hasil ini mungkin juga menjelaskan mengapa Venus  dan Mars tidak memiliki lempeng tektonik, yaitu karena ketiadaan bulan  di Venus dan kecilnya ukuran bulan Mars untuk memberi efek seperti  pasang di bumi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng#cite_note-21">[22]</a></sup> Pemikiran ini sendiri sebetulnya tidaklah baru. Hal ini sendiri aslinya  dikemukakan oleh bapak dari hipotesis ini sendiri, Alfred Wegener, dan  kemudian ditentang fisikawan <a title="Harold  Jeffreys" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harold_Jeffreys">Harold Jeffreys</a> yang menghitung bahwa besarnya gaya gesek  oasang yang diperlukan akan dengan cepat membawa rotasi bumi untuk  berhenti sejak waktu lama. Banyak lempeng juga bergerak ke utara dan  barat, bahkan banyaknya pergerakan ke barat dasar Samudera Pasifik  adalah jika dilihat dari sudut pandang pusat pemekaran (<em>spreading</em>)  di Samudera Pasifik yang mengarah ke timur. Dikatakan juga bahwa  relatif dengan mantel bawah, ada sedikit komponen yang mengarah ke barat  pada pergerakan semua lempeng</p>
<h3>Signifikansi relatif  masing-masing mekanisme</h3>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Global_plate_motion_2008-04-17.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Global_plate_motion_2008-04-17.jpg/350px-Global_plate_motion_2008-04-17.jpg" alt="" width="350" height="248" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Global_plate_motion_2008-04-17.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Pergerakan lempeng berdasar pada data satelit GPS NASA <a rel="nofollow" href="http://sideshow.jpl.nasa.gov/mbh/series.html">JPL</a>. Vektor di sini menunjukkan arah dan  magnitudo gerakan.</div>
</div>
</div>
<p>Vektor yang sebenarnya pada pergerakan sebuah planet harusnya menjadi  fungsi semua gaya yang bekerja pada lempeng itu. Namun, masalahnya  adalah seberapa besar setiap proses ambil bagian dalam pergerakan setiap  lempeng Keragaman kondisi geodinamik dan sifat setiap lempeng  seharusnya menghasilkan perbedaan dalam seberapa proses-proses tersebut  secara aktif menggerakkan lempeng. satu cara untuk mengatasi masalah ini  adalah dengan melihat laju di mana setiap lempeng bergerak dan  mempertimbangkan bukti yang ada untuk setiap kekuatan penggerak dari  lempeng ini sejauh mungkin. Salah satu hubungan terpenting yang  ditemukan adalah bahwa lempeng litosferik yang lengket pada lempeng yang  tersubduksi bergerak jauh lebih cepat daripada lempeng yang tidak.  Misalnya, Lempeng Pasifik dikelilingi zona subduksi (<em><a title="Ring of Fire" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ring_of_Fire">Ring of Fire</a></em>) sehingga bergerak jauh lebih  cepat daripada lempeng di Atlantik yang lengket pada benua yang  berdekatan dan bukan lempeng tersubduksi. Maka, gaya yang berhubungkan  dengan lempeng yang bergerak ke bawah (<em>slab pull</em> dan <em>slab  suction</em>) adalah kekuatan penggerak yang menentukan pergerakan  lempeng kecuali untuk lempeng yang tidak disubduksikan. Walau  bagaimanapun juga, kekuatan penggerak pergerakan lempeng itu sendiri  masih menjadi bahan perdebatan dan riset para ilmuwan</p>
<h2>Lempeng-lempeng  utama</h2>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Plate_tectonics_map.gif"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b4/Plate_tectonics_map.gif/350px-Plate_tectonics_map.gif" alt="" width="350" height="229" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Plate_tectonics_map.gif"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Peta lempeng-lempeng tektonik</p></div>
</div>
</div>
<p>Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:</p>
<ul>
<li><a title="Lempeng Afrika (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Afrika&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Afrika</a>, meliputi <a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a> &#8211; Lempeng benua</li>
<li><a title="Lempeng Antarktika (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Antarktika&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Antarktika</a>, meliputi <a title="Antarktika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antarktika">Antarktika</a> &#8211; Lempeng benua</li>
<li><a title="Lempeng Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Australia">Lempeng Australia</a>,  meliputi <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a> (tergabung dengan <a title="Lempeng India (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_India&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  India</a> antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua</li>
<li><a title="Lempeng Eurasia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Eurasia">Lempeng Eurasia</a>, meliputi <a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia">Asia</a> dan <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> &#8211;  Lempeng benua</li>
<li><a title="Lempeng Amerika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Amerika_Utara">Lempeng Amerika Utara</a>, meliputi <a title="Amerika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Utara">Amerika  Utara</a> dan <a title="Siberia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siberia">Siberia</a> timur laut &#8211; Lempeng benua</li>
<li><a title="Lempeng Amerika Selatan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Amerika_Selatan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Amerika Selatan</a>, meliputi <a title="Amerika  Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan">Amerika Selatan</a> &#8211; Lempeng benua</li>
<li><a title="Lempeng Pasifik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Pasifik">Lempeng Pasifik</a>, meliputi <a title="Samudera  Pasifik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudera_Pasifik">Samudera Pasifik</a> &#8211; Lempeng samudera</li>
</ul>
<p>Lempeng-lempeng penting lain yang lebih kecil mencakup <a title="Lempeng India (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_India&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  India</a>, <a title="Lempeng Arabia (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Arabia&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Arabia</a>, <a title="Lempeng Karibia (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Karibia&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Karibia</a>, <a title="Lempeng Juan de Fuca (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Juan_de_Fuca&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Juan de Fuca</a>, <a title="Lempeng Cocos (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Cocos&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Cocos</a>, <a title="Lempeng Nazca (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Nazca&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Nazca</a>, <a title="Lempeng Filipina (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Filipina&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Filipina</a>, dan <a title="Lempeng Scotia (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Scotia&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lempeng  Scotia</a>.</p>
<p>Pergerakan lempeng telah menyebabkan pembentukan dan pemecahan benua  seiring berjalannya waktu, termasuk juga pembentukan superkontinen yang  mencakup hampir semua atau semua benua. Superkontinen <a title="Rodinia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rodinia">Rodinia</a> diperkirakan terbentuk 1 miliar tahun yang lalu dan mencakup hampir  semua atau semua benua di Bumi dan terpecah menjadi delapan benua  sekitar 600 juta tahun yang lalu. Delapan benua ini selanjutnya tersusun  kembali menjadi superkontinen lain yang disebut <a title="Pangaea" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangaea">Pangaea</a> yang pada akhirnya juga terpecah menjadi  <a title="Laurasia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laurasia">Laurasia</a> (yang menjadi Amerika Utara dan Eurasia), dan <a title="Gondwana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gondwana">Gondwana</a> (yang menjadi benua sisanya)</p>
<p>Sumber <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng" target="_self">wikipedia</a></p>
<h2></h2>
<h3></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kebumian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kebumian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kebumian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kebumian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kebumian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kebumian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kebumian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kebumian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kebumian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kebumian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kebumian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kebumian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kebumian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kebumian.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebumian.wordpress.com&amp;blog=13950701&amp;post=11&amp;subd=kebumian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kebumian.wordpress.com/2010/07/17/teori-tektonik-lempeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d6702b44bcce37d0281821559e2ae8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">earlfhamfa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fe/Plates_tect2_id.svg/350px-Plates_tect2_id.svg.png" medium="image">
			<media:title type="html">Lempeng-lempeng tektonik di bumi barulah dipetakan pada paruh kedua abad ke-20.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bf/Tectonic_plates_boundaries_detailed-en.svg/375px-Tectonic_plates_boundaries_detailed-en.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/40/Tectonic_plate_boundaries.png/350px-Tectonic_plate_boundaries.png" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://gafirat.files.wordpress.com/2009/10/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sesar San Andreas (California )</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/40/Tectonic_plate_boundaries.png/350px-Tectonic_plate_boundaries.png" medium="image">
			<media:title type="html">Tiga jenis batas lempeng (plate boundary).</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Global_plate_motion_2008-04-17.jpg/350px-Global_plate_motion_2008-04-17.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b4/Plate_tectonics_map.gif/350px-Plate_tectonics_map.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Olimpiade Kebumian  International Earth Science Olympiad (IESO)</title>
		<link>http://kebumian.wordpress.com/2010/07/15/olimpiade-kebumian/</link>
		<comments>http://kebumian.wordpress.com/2010/07/15/olimpiade-kebumian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 09:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>فاضل حنفي</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[ieso]]></category>
		<category><![CDATA[olimpiade kebumian]]></category>
		<category><![CDATA[osn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kebumian.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD (IESO) adalah suatu ajang kompetisi siswa pra-perguruan tinggi (sekolah menengah) untuk bidang ilmu kebumian yang pada prinsipnya meliputi geologi, geofisika, oseanografi, meteorologi dan astronomi. Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO),www.geoscied.org yang adalah suatu &#8230; <a href="http://kebumian.wordpress.com/2010/07/15/olimpiade-kebumian/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebumian.wordpress.com&amp;blog=13950701&amp;post=4&amp;subd=kebumian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD (IESO)  adalah suatu ajang kompetisi siswa pra-perguruan tinggi (sekolah  menengah) untuk bidang ilmu kebumian yang pada prinsipnya meliputi  geologi, geofisika, oseanografi, meteorologi dan astronomi. Kegiatan ini  dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO),<a title="IGEO" href="http://, lihat: www.geoscied.org" target="_blank">www.geoscied.org</a> yang adalah suatu organisasi internasional  dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu  kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra-perguruan tinggi maupun  perguruan tinggi. Organisasi ini dibentuk untuk mendorong terciptanya  pendidikan ilmu kebumian terutama di tingkat pra-perguruan tinggi di  seluruh dunia yang berdasarkan pemahaman yang benar akan proses-proses  alami bumi sebagai suatu sistem.</p>
<p>IESO baru dilaksanakan satu kali yaitu 1ST INTERNATIONAL EARTH SCIENCE  OLYMPIAD (1st IESO lihat: http://2007ieso.or.kr) yang diselenggarakan di  Daegu, Korea Selatan pada tanggal 7-15 Oktober 2007. Pada kompetisi  yang pertama kali ini Indonesia telah mengirimkan delegasi dan ke-4  siswa wakil Indonesia memperoleh medali perunggu. 2nd IESO akan diadakan  pada bulan September 2008 di Filipina, sedangkan 3rd IESO direncanakan  akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2009 di Taiwan.</p>
<p>Sistem yang dipergunakan pada olimpiade ini adalah dengan tes tertulis  (bobot 70%), dengan komponen geologi (dan geofísika) : meteorologi :  astronomi : oseanografi = 4 : 3 : 2 : 1 serta tes praktek (bobot 30%)  dengan materi geologi, astronomi dan meteorologi. Selain itu terdapat  kompetisi berupa investigasi lapangan untuk materi geologi. Dalam  kegiatan investigasi lapangan ini dibentuk beberapa kelompok  internasional yang terdiri dari beberapa siswa dari berbagai negara.  Dalam kompetisi ini kerjasama dan kreativitas menjadi penilaian utama  untuk menentukan kelompok yang mendapatkan penghargaan tambahan.</p>
<p>Adapun dasar pemikiran dari Silabus IESO adalah bahwa konsep Ilmu  Kebumian harus dipahami melalui pendekatan Sistem Bumi (Earth System).  Memahami bumi sebagai suatu sistem pada prinsipnya adalah melihat sistem  alami yang ada di bumi (dan sekitarnya) secara keseluruhan sebagai  faktor-faktor yang saling terkait secara integral. Hal ini meliputi  geosfer, hidrosfer, atmosfer (dan biosfer) serta sistem planet.</p>
<p>Mulai tahun 2008, Ilmu Kebumian dimasukkan sebagai salah satu ilmu yang  diperlombakan dalam Olimpiade Sains Nasional. Pemenang OSN merupakan  wakil Indonesia untuk 3rd IESO 2009 di Taiwan.</p>
<p>Peserta OSN Ilmu Kebumian adalah Siswa SMA kelas X dan XI yang memiliki  ketertarikan terhadap ilmu kebumian dengan penguasaan geografi, fisika,  matematika dan kimia yang baik (nilai minimal 7) dan usia maksimal 17  tahun pada saat final OSN.</p>
<p>Aspek yang dinilai pada OSN adalah aspek kognitif dan psikomotorik.  Seleksi tingkat Kabupaten/Kota hanya berdasarkan soal pilihan ganda,  untuk tingkat Propinsi berdasarkan pilihan ganda dan esai. Pada seleksi  nasional terdapat soal pilihan ganda, esai dan observasi (praktikum  lapangan atau laboratorium).</p>
<p>Sebagai persiapan menjelang IESO, siswa yang terpilih mewakili Indonesia  akan menjalani pelatihan berupa perkuliahan, latihan, praktikum di  laboratorium dan lapangan yang diadakan di Jurusan Teknik Geologi,  Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta serta di Prodi Meteorologi dan Prodi  Astronomi, Institut Teknologi Bandung. Para pembimbing (mentor) adalah  para dosen/asisten dosen di UGM dan ITB serta peneliti dari LIPI.</p>
<p><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi">GEOLOGI</a> -<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geofisika">GEOFISIKA </a>(<a href="http://geosfer.iwarp.com/">GEOSFER</a>)</strong></p>
<ul>
<li>Konsep <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonik_lempeng">tektonik  lempeng</a> seperti jumlah, jenis dan komposisi lempeng pembentuk kerak  bumi dan dinamika lempeng</li>
<li>Sayatan/ <a href="http://pr4s.wordpress.com/2007/09/19/struktur-bumi/">struktur </a><a href="http://www.slideshare.net/signup?from=download&amp;from_source=http%3A%2F%2Fwww.slideshare.net%2Fleechaiyong%2Funit-1-254252%2F">dalam  bumi</a>, komposisi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">bumi</a></li>
<li><a href="http://doddys.wordpress.com/2006/10/06/batuan-batuan-di-bumi-jenis-dan-terbentuknya/">Batuan  beku</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batuan_metamorf">metamorf</a> seperti granit, riolit, basalt, andesit, gabro, sekis, genes, marmer,  kuarsit, beserta struktur dan teksturnya seperti lineasi, foliasi,  skoria, pegmatif, porfiri.</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mineral">Mineral</a> hasil  proses pembekuan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Magma">magma</a> dan metamorfosime seperti kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit,  muskovit, garnet</li>
<li>Tubuh batuan beku seperti lava, <a href="http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=132&amp;fname=geox0405.htm">korok</a> (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dike_%28geology%29">dike</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sill_%28geology%29">sill</a>)</li>
<li><a href="http://www.geografiana.com/glosarium">Pembentukan batuan  beku</a> dan metamor dalam konteks tektonik lempeng</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batuan_sedimen">Batuan sedimen</a> seperti batu pasir, batu lempung, batu gamping, batu kapur, batu  dolomit, batu garam, beserta struktur dan teksturnya seperti pelapisan,  gradded bedding, silang siur, ripple marks.</li>
<li>Mineral hasil proses sedimentasi seperti kalsit, lempung, halit,  gipsum, pirit.</li>
<li>Pembentukan batuan sedimen dalam konteks tektonik lempeng</li>
<li><a href="http://doddys.wordpress.com/2008/02/19/rock-cycle-siklus-batuan/">Siklus  batuan</a> dalam konsep tektonik lempeng</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah">komposisi tanah</a> secara umum</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi_struktur">struktur  geologi</a> seperti lipatan, sesar (patahan), kekar dan proses  pembentukannya</li>
<li>Bentukan morfologi permukaan bumi dan proses pembentukannya</li>
<li>fosil dan proses pemfosilan</li>
<li>sejarah bumi sebagaimana dalam teori-teori pembentukan tata surya  (bumi) sampai munculnya kehidupan</li>
<li>sumber daya mineral dan energi, seperti : emas, perak, batubara,  minyak dan gas bumi</li>
<li><a title="Bencana Geologi dan Investigasinya" href="http://www.vsi.esdm.go.id/">bencana geologi,</a> seperti : gempa  bumi, <a title="Galeri Gunung Api" href="http://portal.vsi.esdm.go.id/gallery2/main.php?g2_view=core.ShowItem&amp;g2_itemId=365">letusan</a> <a title="Gunung Api kaloi lah " href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi">gunung berapi</a>, tsunami,  tanah longsor</li>
</ul>
<p><strong>METEOROLOGI-KLIMATOLOGI (Atmosfer)</strong></p>
<ul>
<li>Temperatur, tekanan, kelembaban</li>
<li>Struktur vertikal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer">atmosfer</a> (troposfer, stratosfer, exosfer, mesosfer, dll)</li>
<li>terjadinya arah dan jenis <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angin">angin</a></li>
<li>jenis dan komposisi massa udara</li>
<li><a href="http://mikyad.wordpress.com/2007/12/03/pembentukan-hujan/">terjadinya</a> dan <a href="http://oeank.multiply.com/journal/item/12">jenis awan</a> serta <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hujan">hujan </a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tephigram">tephigram</a></li>
<li>pembentukan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cuaca">cuaca </a>dan  <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklim">iklim</a></li>
<li>iklim bumi dan perubahan iklim global</li>
<li>bencana meteorologi/ klimatologi seperti badai tropis, siklon, el  nino, la nina, kekeringan</li>
<li>observasi dan instrumentasi meteorologi</li>
</ul>
<p><strong>ASTRONOMI (SISTEM PLANET)</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://simplyvie.com/2006/10/28/teori-pembentukan-tata-surya-awal-abad-ke-20/">Teori-teori  pembentukan tata surya </a></li>
<li>problem dua benda dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_surya">orbit benda langit</a></li>
<li><a href="http://langitselatan.com/2007/06/14/lagi-tentang-definisi-planet/">kategori  planet</a></li>
<li>besar, massa dan kerapatan planet</li>
<li>gerak dan <a href="http://cosmicemission.wordpress.com/2007/07/16/bola-langit/">bola  langit</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekliptika">ekliptika</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_koordinat_geografi">sistem  koordinat</a> lintang-bujur, horizon, <a href="http://hanieftrihantoro.wordpress.com/2007/06/14/koordinat-langit-ekuatorial/">asensiorekta</a>-<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Deklinasi">deklinasi</a></li>
<li>waktu/ hari matahari dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu_sideris">sideris</a></li>
<li>gaya <a href="http://surbakti77.wordpress.com/2007/09/03/pasang-surut/">pasang  surut</a></li>
<li>pengaruh matahari pada cuaca dan kehidupan</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://geoblogi.wordpress.com/category/geohidrologi/">GEOHIDROLOGI</a>-<a href="http://oseanografi.blogspot.com/">OSEANOGRAFI</a> (<a href="http://smulab.tripod.com/strukturbumi.htm">HIDROSFERA</a>)</strong></p>
<ul>
<li>Penyebaran dan <a href="http://lautanku.wordpress.com/2006/12/10/dampak-sirkulasi-air-pendingin-terhadap-ekosistem-laut/">sirkulasi  air di bumi</a></li>
<li>Pembentukan dan jenis mata air dan sungai</li>
<li>Pembentukan dan karakteristik <a href="http://www.pusair-pu.go.id/dete/buletin/buletin4.htm">penyimpanan  air</a> (akuifer, akuitar, akuiklud)</li>
<li>Pembentukan <a href="http://duwex.wordpress.com/2007/04/11/laut-dan-samudera/">lautan  dan samudera</a></li>
<li>lingkungan/ morfologi pesisir/pantai</li>
<li><a href="http://www.denaljogja.mil.id/submenu.php?sid=47">morfologi  dasar laut</a>/ samudera</li>
<li>komposisi dan <a href="http://www.geocities.com/agus_adut/sirkulasi_laut.htm">sirkulasi  air laut</a></li>
</ul>
<p>Bagi yang memerlukan pembahasan Olimpiade Kebumian tingkat Internasional  silakan menuju tautan berikut yang disiapkan oleh Teknik Geologi UGM  dengan <a href="http://geologi.ugm.ac.id/ind/downloads.php?cat_id=4" target="_blank"><strong>klik  bagian ini saja</strong></a></p>
<p>Silakan menuju<a href="http://geologi.ugm.ac.id/ind/downloads.php?cat_id=4" target="_blank"> </a><strong><a href="http://geologi.ugm.ac.id/ind/downloads.php?cat_id=4" target="_blank">ke alamat</a><a href="http://geologi.ugm.ac.id/ind/downloads.php?cat_id=4"> </a></strong>di  atas untuk mengunduh soal olimpiade kebumian internasional serta  silabusnya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kebumian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kebumian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kebumian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kebumian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kebumian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kebumian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kebumian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kebumian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kebumian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kebumian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kebumian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kebumian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kebumian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kebumian.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebumian.wordpress.com&amp;blog=13950701&amp;post=4&amp;subd=kebumian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kebumian.wordpress.com/2010/07/15/olimpiade-kebumian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d6702b44bcce37d0281821559e2ae8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">earlfhamfa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://kebumian.wordpress.com/2010/05/31/halo-dunia/</link>
		<comments>http://kebumian.wordpress.com/2010/05/31/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 08:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>فاضل حنفي</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kebumian.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebumian.wordpress.com&amp;blog=13950701&amp;post=1&amp;subd=kebumian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kebumian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kebumian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kebumian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kebumian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kebumian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kebumian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kebumian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kebumian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kebumian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kebumian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kebumian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kebumian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kebumian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kebumian.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebumian.wordpress.com&amp;blog=13950701&amp;post=1&amp;subd=kebumian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kebumian.wordpress.com/2010/05/31/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d6702b44bcce37d0281821559e2ae8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">earlfhamfa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
